Iklan

Antrean Mengular di Salonro–Sengkang, Pengaturan Lalu Lintas Proyek Dipertanyakan

Jumat, 04 September 2026, September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T01:46:25Z
SOPPENG | Tintamerah.my.id — Antrean kendaraan mengular di jalur Trans Sulawesi ruas Salonro–Sengkang, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Arus kendaraan tersendat, sementara aktivitas pekerjaan proyek di sekitar jalur tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengaturan lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Kendaraan dari arah Soppeng menuju Sengkang maupun sebaliknya harus melaju perlahan di tengah kepadatan. Antrean tersebut membuat waktu tempuh pengguna jalan bertambah dan berpotensi menghambat mobilitas masyarakat serta kendaraan angkutan barang.

Ruas Salonro–Sengkang merupakan jalur penghubung yang digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkabupaten. Karena itu, setiap gangguan terhadap kelancaran arus di jalur tersebut dapat berdampak lebih luas, terutama ketika kepadatan berlangsung dalam waktu lama.

Sorotan kini mengarah pada bagaimana lalu lintas dikelola ketika pekerjaan proyek berlangsung. Pengguna jalan membutuhkan kepastian bahwa area pekerjaan telah dilengkapi rambu, pembatas, petugas pengatur arus, dan jalur yang aman untuk dilalui kendaraan.

Pertanyaan yang muncul sederhana: ketika proyek berjalan dan ruang jalan berkurang, siapa yang memastikan kendaraan tetap bergerak dan pengguna jalan tetap aman?

Namun, pekerjaan proyek belum dapat disebut sebagai penyebab utama kemacetan sebelum terdapat hasil verifikasi di lapangan. Kepadatan dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk peningkatan volume kendaraan, penyempitan badan jalan, kendaraan mogok, kecelakaan, maupun hambatan lainnya.

Karena itu, penyebab kemacetan perlu dijelaskan berdasarkan kondisi faktual di lokasi. Titik awal antrean, panjang kendaraan yang mengular, durasi kepadatan, kondisi badan jalan, serta aktivitas pekerjaan proyek menjadi informasi penting untuk memastikan persoalan tersebut.

Jika penyempitan jalur akibat pekerjaan konstruksi terbukti menjadi salah satu faktor pemicu kepadatan, pengaturan lalu lintas semestinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan proyek.

Pelaksana pekerjaan juga perlu memastikan pengendara dapat mengetahui keberadaan area proyek sejak jarak yang cukup. Rambu peringatan, pembatas pekerjaan, penerangan apabila diperlukan, serta petugas pengatur arus menjadi bagian penting untuk mencegah konflik kendaraan dan kecelakaan.

Di sisi lain, aparat lalu lintas memiliki peran penting ketika antrean mulai memanjang. Pengaturan di titik rawan dapat membantu mencegah penumpukan kendaraan semakin parah sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kemacetan panjang juga membawa konsekuensi ekonomi. Kendaraan angkutan barang yang tertahan dapat mengalami keterlambatan distribusi, sementara masyarakat harus mengalokasikan waktu lebih panjang untuk menempuh perjalanan.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari pekerjaan fisiknya. Cara lalu lintas dikelola selama proyek berlangsung juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai pekerjaan di ruas Salonro–Sengkang, termasuk jenis pekerjaan, titik pelaksanaan, durasi pekerjaan, serta skema pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi yang memastikan penyebab kemacetan panjang maupun sejauh mana aktivitas proyek berpengaruh terhadap kepadatan di ruas Salonro–Sengkang.

Kepolisian, instansi teknis, dan pihak pelaksana proyek perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut, termasuk langkah yang dilakukan untuk mengurai antrean dan menjamin keselamatan pengguna jalan.

Sebab, jalan yang sedang dibangun tetap merupakan ruang publik yang harus aman dilalui. Pembangunan boleh berjalan, tetapi keselamatan dan kelancaran lalu lintas tidak boleh menjadi korban.Red
Komentar

Tampilkan

  • Antrean Mengular di Salonro–Sengkang, Pengaturan Lalu Lintas Proyek Dipertanyakan
  • 0

Terkini

Iklan