KOLAKA TIMUR | Tintamerah.my.id — Dugaan pengangkutan BBM menggunakan minibus dan sejumlah jeriken terendus di wilayah Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Selasa (18/8/2026). BBM tersebut disebut-sebut sebagai Pertalite yang diduga diangkut melalui jalur distribusi yang belum jelas. Aktivis hukum Rudiandi, C.BJ., C.EJ., C.In., mendesak Kapolsek Ladongi menelusuri asal BBM, jalur pasokan, hingga pihak yang menerima.
Temuan itu diperoleh tim investigasi Tintamerah.my.id saat menelusuri informasi mengenai dugaan peredaran BBM di luar mekanisme distribusi resmi. Dalam penelusuran tersebut, tim melihat kendaraan roda empat jenis minibus membawa sejumlah jeriken.
Seorang berinisial E.M. disebut dalam informasi awal sebagai pihak yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Namun, keterkaitan E.M., jenis BBM, volume muatan, maupun tujuan pengiriman belum dapat dipastikan secara resmi.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat bukti atau keterangan resmi yang memastikan isi jeriken tersebut merupakan Pertalite. Sumber BBM dan legalitas pengangkutannya juga masih memerlukan verifikasi.
Rudiandi meminta Kapolsek Ladongi menindaklanjuti temuan tersebut apabila aktivitas dimaksud berada dalam wilayah hukum Polsek Ladongi.
Menurut dia, pemeriksaan tidak boleh berhenti pada kendaraan dan jeriken. Aparat perlu membuka rantai pasok untuk mengetahui dari mana BBM diperoleh, siapa pemasoknya, siapa penerima akhirnya, serta bagaimana BBM tersebut berpindah dari titik distribusi menuju lokasi tujuan.
“Kalau benar BBM tersebut berasal dari jalur distribusi resmi, harus bisa dijelaskan bagaimana BBM itu berpindah dan siapa yang menerima. Jangan sampai ada kebocoran distribusi yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” kata Rudiandi.»
Ia meminta aparat terlebih dahulu memastikan fakta dasar melalui pemeriksaan dan bukti yang sah.
“Jenis BBM-nya harus dipastikan, asalnya dari mana, berapa volumenya, bagaimana legalitas pengangkutannya, siapa penerima akhirnya, dan untuk kepentingan apa BBM itu dibawa,” ujarnya.
Informasi awal yang dihimpun tim menyebut BBM tersebut diduga berasal dari salah satu titik distribusi Pertamina. Namun, informasi tersebut belum didukung dokumen maupun keterangan resmi yang memastikan asal muatan.
Tintamerah.my.id juga belum memperoleh data transaksi atau keterangan resmi dari pihak berwenang yang dapat memastikan sumber BBM tersebut.
Sejumlah pertanyaan pun masih menunggu jawaban melalui pemeriksaan aparat: dari mana BBM diperoleh, berapa volumenya, siapa pemasoknya, siapa penerimanya, untuk kepentingan apa BBM diangkut menggunakan jeriken, serta apakah seluruh proses pengangkutan tersebut sesuai ketentuan.
Bagi Rudiandi, pertanyaan mengenai rantai pasok menjadi penting apabila BBM yang diangkut ternyata merupakan BBM bersubsidi.
Jika pemeriksaan menemukan adanya penyimpangan distribusi, ia meminta pengusutan tidak berhenti pada pihak yang ditemukan membawa atau mengangkut BBM.
“Yang harus dibuka bukan hanya siapa yang membawa jeriken. Pertanyaannya lebih jauh: BBM itu dari mana, siapa yang memasok, untuk siapa, dan bagaimana bisa sampai ke lokasi tersebut,” katanya.
Menurut Rudiandi, penelusuran rantai pasok diperlukan untuk mengetahui apakah aktivitas tersebut berdiri sendiri atau memiliki keterkaitan dengan pihak lain dalam distribusi BBM.
Namun, ia menegaskan seluruh dugaan harus diuji melalui pemeriksaan dan bukti, bukan berdasarkan asumsi.
“Kalau memang tidak ada pelanggaran, tentu harus dijelaskan secara terang. Tetapi kalau ditemukan indikasi pelanggaran, jangan berhenti pada pelaku di lapangan. Rantai distribusinya juga harus ditelusuri,” ujar Rudiandi.
Tim investigasi Tintamerah.my.id masih mendalami temuan tersebut, termasuk dugaan sumber pasokan, jalur pengangkutan, volume BBM, tujuan distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Pertamina, Kapolsek Ladongi, aparat penegak hukum terkait, pemerintah daerah, E.M., maupun pihak lain yang disebut atau berkaitan dengan pemberitaan ini.Tim/Red