Iklan

Pertalite Diduga Diangkut dengan Minibus dan Jeriken, Aktivis Hukum Minta Jalur Pasokan Diusut

Rabu, 19 Agustus 2026, Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T03:34:20Z
KOL-TIM | Tintamerah.my.id — Aktivitas pengangkutan BBM menggunakan minibus dan sejumlah jeriken terendus di wilayah Kecamatan Puli Pulia, Selasa (18/8/2026). BBM tersebut diduga Pertalite yang diangkut melalui jalur di luar mekanisme distribusi semestinya. Aktivis hukum Rudiandi, C.BJ., C.EJ., C.In., mendesak Kapolsek Ladongi tidak berhenti pada pemeriksaan pengangkut, tetapi menelusuri sumber pasokan dan pihak yang terhubung dalam rantai distribusi.

Temuan tim investigasi menunjukkan adanya aktivitas pengangkutan menggunakan kendaraan roda empat jenis minibus dengan sejumlah jeriken. Seorang berinisial E.M. disebut dalam informasi awal sebagai pihak yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Namun, jenis BBM dalam jeriken, volume muatan, sumber pasokan, tujuan pengiriman, serta keterlibatan E.M. masih harus dipastikan melalui pemeriksaan aparat dan keterangan resmi pihak terkait.

Rudiandi meminta Kapolsek Ladongi menindaklanjuti temuan tersebut apabila aktivitas dimaksud berada dalam wilayah hukumnya.

Menurut Rudiandi, pemeriksaan tidak semestinya berhenti pada kendaraan maupun jeriken. Aparat perlu menelusuri rantai distribusi dari sumber hingga penerima akhir untuk memastikan asal BBM, pihak pemasok, penerima, serta legalitas pengangkutannya.

“Kalau benar BBM tersebut berasal dari jalur distribusi resmi, harus bisa dijelaskan bagaimana BBM itu berpindah dan siapa yang menerima. Jangan sampai ada kebocoran distribusi yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” kata Rudiandi.

Ia meminta aparat memastikan sejumlah fakta mendasar, mulai dari jenis BBM, sumber pembelian, volume, legalitas pengangkutan, hingga pihak yang menerima.

“Jenis BBM-nya harus dipastikan, asalnya dari mana, berapa volumenya, bagaimana legalitas pengangkutannya, siapa penerima akhirnya, dan untuk kepentingan apa BBM itu dibawa,” ujarnya.

Informasi awal yang dihimpun tim menyebut BBM tersebut diduga berasal dari salah satu titik distribusi Pertamina. Namun, informasi itu belum didukung dokumen atau keterangan resmi yang memastikan asal muatan.

Tintamerah.my.id juga belum memperoleh data transaksi maupun keterangan dari pihak berwenang yang dapat memastikan BBM tersebut benar berasal dari titik distribusi dimaksud.

Karena itu, sejumlah pertanyaan masih perlu dijawab melalui pemeriksaan aparat: dari mana BBM diperoleh, berapa volumenya, siapa pemasoknya, siapa penerimanya, untuk kepentingan apa BBM tersebut diangkut, dan apakah seluruh prosesnya sesuai ketentuan.

Rudiandi menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian lebih apabila hasil pemeriksaan menemukan bahwa BBM itu merupakan BBM bersubsidi dan terdapat penyimpangan dalam distribusinya.

Dalam kondisi tersebut, kata dia, aparat tidak seharusnya hanya menindak pihak yang ditemukan membawa BBM, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya kebocoran dalam rantai pasokan.

«“Yang harus dibuka bukan hanya siapa yang membawa jeriken. Pertanyaannya lebih jauh: BBM itu dari mana, siapa yang memasok, untuk siapa, dan bagaimana bisa sampai ke lokasi tersebut,” katanya.»

Ia meminta aparat menangani persoalan tersebut secara profesional, transparan, dan berbasis bukti.

“Kalau memang tidak ada pelanggaran, tentu harus dijelaskan secara terang. Tetapi kalau ditemukan indikasi pelanggaran, jangan berhenti pada pelaku di lapangan. Rantai distribusinya juga harus ditelusuri,” ujar Rudiandi.

Tim investigasi masih mendalami temuan tersebut, termasuk dugaan sumber pasokan, jalur pengangkutan, tujuan distribusi, volume BBM, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.Tim
Komentar

Tampilkan

  • Pertalite Diduga Diangkut dengan Minibus dan Jeriken, Aktivis Hukum Minta Jalur Pasokan Diusut
  • 0

Terkini

Iklan