Iklan

Tokoh Muda Dirham Nyatakan Maju di Pilwana Kajai Selatan, Tawarkan Gagasan Perubahan dan Tata Kelola Nagari yang Lebih Transparan

Senin, 20 Juli 2026, Juli 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T11:59:35Z

Kajai|Tintamerah.myid —Peta politik menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Kajai Selatan mulai menunjukkan dinamika. Sejumlah figur mulai menyatakan kesiapan mengikuti kontestasi, termasuk tokoh muda Dirham yang resmi menyatakan diri maju sebagai calon Wali Nagari Kajai Selatan, Senin (20/7/2026).

Kemunculan figur muda dalam Pilwana menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tingkat nagari. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang lebih baik, transparansi pengelolaan pemerintahan, serta pemerataan pembangunan, setiap calon dituntut mampu menawarkan gagasan yang realistis sekaligus dapat diukur pelaksanaannya.

Dirham mengatakan keputusannya maju bukan sekadar untuk mengikuti kontestasi politik, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui jalur pemerintahan nagari. Menurutnya, pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga ditentukan oleh kualitas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat.

«"Pilwana bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga momentum menyatukan langkah untuk membangun Nagari Kajai Selatan yang lebih baik. Saya mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan, dan bersama-sama menciptakan Pilwana yang aman, damai, dan bermartabat," ujar Dirham.»

Pernyataan tersebut mencerminkan ajakan agar kompetisi politik tidak memecah hubungan sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat nagari. Dalam demokrasi tingkat desa maupun nagari, menjaga persatuan setelah kontestasi menjadi salah satu tantangan yang tidak kalah penting dibanding memenangkan pemilihan itu sendiri.

Dirham mengusung visi:

"Mewujudkan Nagari Kajai Selatan yang maju, mandiri, transparan, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai adat dan agama."

Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah misi yang menjadi arah kebijakan apabila dirinya memperoleh amanah masyarakat.

Ia berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh pelayanan administrasi yang mudah dan tidak berbelit-belit.

Di bidang ekonomi, Dirham menilai penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, serta pemberdayaan pemuda menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan ekonomi nagari harus bertumpu pada potensi lokal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang merata juga menjadi salah satu fokus yang ditawarkan. Infrastruktur dinilai bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sarana untuk membuka akses ekonomi, memperlancar pelayanan publik, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di dalam nagari.

Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian dari program yang disampaikan. Dirham menilai pemuda perlu diberi ruang lebih luas melalui peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan olahraga, kegiatan sosial, hingga pengembangan keterampilan agar mampu menjadi motor pembangunan di masa depan.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan identitas masyarakat. Karena itu, penguatan nilai-nilai adat, budaya, dan kehidupan beragama ditempatkan sebagai salah satu fondasi dalam menjalankan pemerintahan nagari.

Secara umum, gagasan yang disampaikan Dirham menyentuh sejumlah isu yang selama ini menjadi perhatian dalam tata kelola pemerintahan nagari, mulai dari pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Namun demikian, keberhasilan pelaksanaan visi dan misi tersebut nantinya akan bergantung pada kemampuan pemerintah nagari menyusun program kerja yang terukur, mengelola anggaran secara efektif, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga nagari, tokoh adat, tokoh agama, kelompok pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.

Pilwana juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai kapasitas setiap calon, tidak hanya melalui penyampaian visi dan misi, tetapi juga berdasarkan rekam jejak, integritas, kemampuan manajerial, serta komitmen terhadap prinsip pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Karena itu, proses demokrasi yang sehat diharapkan berlangsung dalam suasana damai, mengedepankan adu gagasan dibanding saling menyerang secara personal, serta menghormati pilihan politik setiap warga.

Menjelang tahapan Pilwana, Dirham mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas dan menjadikan pesta demokrasi sebagai sarana memperkuat persatuan.

«"Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga persaudaraan dan bersama-sama membangun Nagari Kajai Selatan setelah Pilwana selesai," katanya.»

Pilwana Kajai Selatan diharapkan menjadi momentum lahirnya kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nagari. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menentukan pilihan melalui mekanisme demokrasi sesuai ketentuan yang berlaku, dengan harapan pemimpin terpilih mampu mengemban amanah, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan menghadirkan pembangunan yang benar-benar berpihak pada kepentingan seluruh warga.
Komentar

Tampilkan

  • Tokoh Muda Dirham Nyatakan Maju di Pilwana Kajai Selatan, Tawarkan Gagasan Perubahan dan Tata Kelola Nagari yang Lebih Transparan
  • 0

Terkini

Iklan