Iklan

Bursa Wali Nagari Talu Bertambah, Yuheldi "Bro Dedi" Tempuh Jalur Demokrasi Lewat Pendaftaran Resmi

Selasa, 21 Juli 2026, Juli 21, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T06:33:46Z
PASAMAN BARAT|TintaMerah.my.id — Dinamika politik di tingkat nagari mulai menghangat seiring dibukanya tahapan Pemilihan Wali Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Salah satu figur yang menyatakan kesiapannya mengikuti proses demokrasi tersebut adalah Yuheldi, yang lebih dikenal dengan sapaan Bro Dedi. Pada Senin (20/7/2026), ia secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Nagari Talu.

Pendaftaran itu menjadi langkah awal dalam rangkaian proses pemilihan yang masih harus melalui tahapan verifikasi administrasi, penelitian persyaratan, hingga penetapan calon sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, status Yuheldi saat ini masih sebagai bakal calon dan belum ditetapkan sebagai calon tetap.

Masuknya Bro Dedi dalam bursa pemilihan menambah pilihan bagi masyarakat Nagari Talu. Kehadirannya menarik perhatian karena membawa latar belakang yang beragam, mulai dari pengalaman di pemerintahan nagari, aktivitas organisasi kemasyarakatan, dunia jurnalistik, hingga pembinaan generasi muda.

Selama belasan tahun, Bro Dedi diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas pemerintahan nagari. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan memahami proses pelayanan publik, penyusunan program pembangunan, hingga dinamika kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Rekam jejak itu menjadi salah satu modal yang ia nilai penting dalam memahami tantangan pembangunan Nagari Talu.

Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan profesi. Sebagai Wakil Ketua Asosiasi Jurnalis Online (AJO) Pasaman Barat, Bro Dedi dikenal menjalin komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, alim ulama, akademisi, organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga kelompok kepemudaan.

Di bidang sosial, perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian dari aktivitasnya. Ia kerap mendampingi kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, yang menurutnya merupakan media pembinaan karakter sekaligus sarana membangun kebersamaan di kalangan anak muda.

Dalam keterangannya kepada awak media, Bro Dedi mengatakan bahwa keputusannya maju sebagai bakal calon Wali Nagari bukan semata-mata didorong oleh keinginan mengikuti kontestasi politik, melainkan sebagai kelanjutan dari proses pengabdian yang selama ini dijalaninya.

«"Selama belasan tahun saya belajar dari proses pemerintahan, mendengar aspirasi masyarakat, serta memahami bagaimana sebuah nagari dibangun. Pengalaman itu bukan hanya hitungan waktu, tetapi menjadi bekal untuk bersama-sama membawa Nagari Talu menuju masa depan yang lebih baik," ujarnya.»

Ia menambahkan, pembangunan nagari memerlukan kolaborasi seluruh unsur masyarakat. Pemerintah nagari, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan lembaga adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Bro Dedi, Nagari Talu memiliki kekuatan yang tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada kekayaan sejarah, adat istiadat, dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai tersebut dinilai perlu menjadi pijakan dalam setiap kebijakan pembangunan agar kemajuan yang dicapai tidak menghilangkan identitas masyarakat.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga warisan kepemimpinan para tokoh adat terdahulu, termasuk sosok Tuangku Bosa, yang dikenal sebagai salah satu pemimpin adat yang menjunjung tinggi musyawarah, persatuan, dan kepentingan masyarakat.

«"Sejarah mengajarkan bahwa Talu dibangun di atas persatuan, adat, dan kebersamaan. Karena itu, pembangunan harus tetap menghormati warisan tersebut. Kemajuan hendaknya berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya sehingga identitas Nagari Talu tetap terjaga," katanya.»

Selain menyoroti aspek budaya, Bro Dedi juga menilai generasi muda harus menjadi bagian penting dalam pembangunan nagari. Menurutnya, ruang partisipasi yang lebih luas perlu diberikan kepada pemuda melalui kegiatan sosial, olahraga, pendidikan, kewirausahaan, dan pengembangan kreativitas.

«"Pemuda adalah aset terbesar nagari. Ketika mereka diberikan ruang untuk berkembang, didampingi, dan dipercaya, mereka akan menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan Nagari Talu," ujarnya.»

Meski demikian, proses pemilihan kepala pemerintahan nagari tidak hanya ditentukan oleh pengalaman maupun gagasan para bakal calon. Seluruh peserta tetap harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan panitia penyelenggara hingga akhirnya masyarakat memberikan penilaian melalui proses pemungutan suara.

Dalam konteks demokrasi lokal, tahapan pencalonan merupakan bagian penting untuk memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan administratif maupun ketentuan hukum yang berlaku. Setelah tahapan tersebut selesai, masyarakat akan memiliki kesempatan menilai visi, misi, rekam jejak, integritas, serta kemampuan masing-masing calon dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan nagari.

Pemilihan Wali Nagari pada akhirnya bukan sekadar proses memilih pemimpin baru, melainkan momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah dari masyarakat akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan peran adat, hingga menciptakan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan.

Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pemilihan secara dewasa, menjaga suasana yang kondusif, serta menjadikan demokrasi sebagai sarana memperkuat persatuan dan kemajuan Nagari Talu.Agar liputan semakin memenuhi prinsip keberimbangan, naskah ini sebaiknya dilengkapi dengan keterangan dari panitia pemilihan mengenai tahapan pencalonan, jadwal verifikasi administrasi, dan mekanisme penetapan calon tetap, sehingga pembaca memperoleh gambaran yang utuh mengenai proses demokrasi yang sedang berlangsung.

@Ludo
Komentar

Tampilkan

  • Bursa Wali Nagari Talu Bertambah, Yuheldi "Bro Dedi" Tempuh Jalur Demokrasi Lewat Pendaftaran Resmi
  • 0

Terkini

Iklan