MINAHASA UTARA,TintaMerah.my.id -- 14 Juli 2026 — Akses terhadap listrik masilah satu indir penting daukuas pelayanan dasar dan pemerataan pembangunan di IndonesDi tengah upaya pemerintah memperluas rasio elektrifi nasional, masyarakat Desa Lng, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, memperoleh kabar menggembirakan melalui Program Bantuan Pasang Listrik (BPBL).
Prograng ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik secara mandiri tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan setiap warga negara meoleh akses terhadap energi yang aman, legal, dan layak. Bagi banyak keluarga di pedesaan, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas ekonomi, hingga kesejahteraan sosial.
Di Desa Lantung, sebanyak 47 kepala keluarga diajukan sebagai calon penerima manfaat BPBL. Seluruh usulan kemudian melewati tahapan administrasi, verifikasi lapangan, serta validasi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Hasil verifikasi dan validasi di tingkat pusat menunjukkan bahwa 41 keluarga dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat. Sementara enam usulan lainnya belum dapat ditetapkan sebagai penerima karena belum memenuhi kriteria yang berlaku dalam proses seleksi.
Proses tersebut menunjukkan bahwa penetapan penerima manfaat tidak dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektif, melainkan melalui mekanisme yang mengacu pada data dan persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Verifikasi menjadi instrumen penting untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi syarat.
Program BPBL selama ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan akses energi, khususnya di wilayah pedesaan. Kehadiran sambungan listrik yang resmi tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga memberikan jaminan keamanan instalasi listrik serta mengurangi risiko penggunaan sambungan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Bagi warga Desa Lantung, bantuan tersebut diharapkan membawa dampak nyata terhadap kehidupan sehari-hari. Anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan pencahayaan yang memadai, pelaku usaha mikro memiliki kesempatan meningkatkan produktivitas, sementara aktivitas rumah tangga dapat berlangsung lebih efisien dengan dukungan peralatan listrik yang layak.
Keberhasilan pengusulan BPBL di Desa Lantung juga merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Pemerintah Desa bersama jajaran PLN dinilai berperan aktif dalam proses pendataan, pengusulan, hingga pendampingan selama tahapan verifikasi berlangsung.
Dukungan juga datang dari Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M., Anggota DPR RI, yang disebut turut memperjuangkan aspirasi masyarakat agar program bantuan tersebut dapat menjangkau warga Desa Lantung yang selama ini belum menikmati akses listrik secara mandiri.
Meski demikian, keberhasilan penetapan 41 penerima manfaat juga menyisakan catatan bahwa masih terdapat warga yang belum lolos proses validasi. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembaruan data dan pendampingan administrasi tetap diperlukan agar masyarakat yang belum memenuhi syarat memiliki kesempatan untuk diusulkan kembali pada tahap berikutnya apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Koordinator Desa Lantung, Yoksan Salendah, C.Par., C.BJ., C.EJ., CPLA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mengawal proses pengusulan hingga verifikasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting sehingga masyarakat dapat memperoleh akses terhadap program tersebut.
Ia berharap bantuan pemasangan listrik baru tidak berhenti sebagai pemenuhan kebutuhan dasar semata, melainkan menjadi titik awal meningkatnya kualitas hidup masyarakat Desa Lantung. Akses listrik yang memadai diyakini akan membuka lebih banyak peluang bagi peningkatan pendidikan, pengembangan usaha masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Program BPBL pada akhirnya tidak hanya menghadirkan aliran listrik ke rumah-rumah warga, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar program-program pelayanan dasar semacam ini terus berjalan secara transparan, tepat sasaran, dan berkesinambungan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
"Terang untuk Desa, Nyala untuk Masa Depan" bukan sekadar slogan, melainkan harapan agar setiap keluarga di Desa Lantung memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati kehidupan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera melalui akses listrik yang layak.Bila diinginkan, naskah ini juga dapat disusun dengan gaya investigasi Kompas yang lebih kritis terhadap pemerataan elektrifikasi nasional, namun tetap berimbang dan tidak mengurangi apresiasi terhadap keberhasilan pelaksanaan BPBL di Desa Lantung.
Yoksan Salendah