SOPPENG|TintaMerah.my.id — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang menetapkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel periode 2026–2031 menjadi awal babak baru konsolidasi Partai Golkar di daerah. Salah satu agenda yang kini menjadi perhatian kader dan pengamat politik adalah Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng.
Musda tersebut diperkirakan tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga arena yang akan menentukan arah konsolidasi politik Golkar menjelang Pemilu 2029 dan Pilkada berikutnya. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur yang memiliki peluang memimpin DPD II Golkar Soppeng.
Dua nama yang paling sering disebut adalah Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak dan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng. Keduanya memiliki rekam jejak politik yang kuat.
Andi Kaswadi Razak telah memimpin DPD II Golkar Soppeng selama beberapa periode dan di bawah kepemimpinannya Golkar mampu mempertahankan dominasinya sebagai partai pemenang di Kabupaten Soppeng. Selain itu, ia juga pernah menjabat Bupati Soppeng selama dua periode.
Sementara itu, H. Suwardi Haseng datang dengan modal sebagai kepala daerah aktif. Sebelum menjadi bupati, ia pernah beberapa kali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng dan juga menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Rekam jejak elektoralnya menjadi salah satu alasan mengapa namanya diperhitungkan dalam dinamika internal partai.
Namun, di balik menguatnya dua figur tersebut, muncul satu nama yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam komunikasi politik internal Partai Golkar, yakni Dr. Supriansa.
Supriansa bukanlah figur baru dalam politik Sulawesi Selatan. Pengalamannya sebagai Wakil Bupati Soppeng, anggota DPR RI, serta Ketua Mahkamah Partai Golkar menempatkannya sebagai salah satu kader senior yang memiliki jejaring luas di tingkat daerah maupun nasional.
Kedekatan komunikasinya dengan sejumlah elite Partai Golkar di tingkat pusat juga menjadi alasan mengapa sebagian kader menilai pandangan politiknya akan diperhitungkan dalam proses Musda DPD II Soppeng.
Meski demikian, pertanyaan yang mengemuka adalah, benarkah pengaruh Supriansa dapat menentukan siapa yang akan menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng?
Jawaban atas pertanyaan tersebut belum dapat dipastikan.
Berdasarkan mekanisme organisasi Partai Golkar, Ketua DPD II dipilih melalui Musyawarah Daerah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Hak menentukan ketua berada pada peserta Musda yang memiliki hak suara. Dengan demikian, keputusan tidak berada pada satu figur, melainkan merupakan hasil proses organisasi.
Dalam praktik politik, dukungan tokoh senior memang sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konfigurasi dukungan. Restu elite dapat memperkuat posisi kandidat tertentu, tetapi tidak serta-merta menjamin kemenangan apabila tidak diikuti dukungan mayoritas pemilik hak suara.
Hingga kini belum terdapat pernyataan resmi dari Dr. Supriansa yang menyatakan dukungan kepada salah satu kandidat. Demikian pula DPP Partai Golkar belum mengeluarkan sikap resmi mengenai arah dukungan dalam Musda DPD II Soppeng.
Karena itu, narasi yang menyebut bahwa nasib Ketua DPD II Golkar Soppeng sepenuhnya berada dalam "genggaman" Supriansa lebih tepat dipahami sebagai analisis atau spekulasi politik yang berkembang di kalangan kader dan pengamat, bukan sebagai fakta yang telah terbukti.
Di sisi lain, dinamika Musda diperkirakan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kekuatan jaringan organisasi, komunikasi antar-kader, kemampuan membangun konsensus, hingga pilihan para pemilik hak suara. Faktor-faktor tersebut selama ini menjadi penentu utama dalam berbagai Musda Partai Golkar di sejumlah daerah.
Bagi Golkar Soppeng, Musda kali ini memiliki arti strategis. Siapa pun yang terpilih nantinya tidak hanya memimpin organisasi, tetapi juga memikul tanggung jawab menjaga soliditas partai dan menyiapkan strategi menghadapi agenda politik nasional maupun lokal pada tahun-tahun mendatang.
@Red