WALENRANG TIMUR|Tintamerah my.Id – Tahun politik 2029 memang masih beberapa waktu lagi. Namun bagi Amsal Bahrum, perjuangan untuk masyarakat tidak mengenal kalender pemilu. Pengabdian, menurutnya, harus dimulai jauh sebelum masyarakat menentukan pilihan di bilik suara.
Dengan semangat itu, Amsal menyatakan kesiapannya kembali melangkah pada Pemilihan Legislatif 2029 sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Luwu. Baginya, langkah tersebut bukan semata ikhtiar meraih kursi legislatif, melainkan upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat Walenrang Timur agar lebih kuat terdengar dalam proses penyusunan kebijakan daerah.
Menurut Amsal, masih banyak persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Infrastruktur jalan di sejumlah wilayah masih memerlukan peningkatan, sektor pertanian membutuhkan dukungan yang lebih konkret, sementara pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga peluang kerja bagi generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.
"Insya Allah tahun 2029 saya kembali melangkah dan kembali berjuang membawa aspirasi masyarakat Walenrang Timur ke DPRD Kabupaten Luwu. Ini bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang bagaimana suara masyarakat dapat diperjuangkan dalam setiap proses pengambilan kebijakan," kata Amsal.
Menurutnya, wakil rakyat memiliki tanggung jawab bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengawal agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menilai keberadaan anggota DPRD harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Aspirasi yang muncul dari desa-desa, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai keluhan, tetapi harus diterjemahkan menjadi program pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya.
"Saya ingin menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Apa yang menjadi kebutuhan petani, pelaku UMKM, pemuda, perempuan, maupun masyarakat desa harus diperjuangkan secara nyata di DPRD," ujarnya.
Amsal memandang Walenrang Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, serta sumber daya manusia. Potensi tersebut, menurutnya, akan berkembang lebih optimal apabila didukung kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan besarnya anggaran, tetapi juga memerlukan keberpihakan kebijakan, pengawasan yang efektif, serta komunikasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Dalam pandangannya, politik seharusnya menjadi ruang pengabdian, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan. Karena itu, ia menilai masyarakat kini semakin kritis dalam menilai rekam jejak dan komitmen setiap calon pemimpin.
"Masyarakat hari ini semakin cerdas. Mereka tidak hanya mendengar janji, tetapi melihat siapa yang hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan. Kepercayaan lahir dari kerja nyata dan konsistensi, bukan dari slogan," katanya.
Apabila memperoleh amanah dari masyarakat pada Pemilu 2029, Amsal menyatakan akan berupaya memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata, peningkatan kesejahteraan petani, penguatan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang.
Meski demikian, ia menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada satu orang atau satu lembaga. Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif warga.
Amsal juga mengajak masyarakat Walenrang Timur untuk menjaga persatuan dan menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Ia berharap kontestasi politik 2029 menjadi ajang adu gagasan dan program, bukan ruang untuk memperuncing perbedaan.
"Perjuangan ini bukan perjuangan saya seorang diri. Ini adalah perjuangan seluruh masyarakat Walenrang Timur yang menginginkan daerahnya semakin maju, sejahtera, dan mendapat perhatian yang layak dalam pembangunan Kabupaten Luwu," ujarnya.
Menjelang Pemilu 2029, Amsal menegaskan dirinya akan terus berada di tengah masyarakat untuk mendengar, menyerap, dan memperjuangkan berbagai aspirasi yang berkembang. Baginya, kepercayaan rakyat bukan sesuatu yang diminta, melainkan harus diperoleh melalui kerja, kedekatan, dan komitmen yang konsisten.
"Insya Allah, apabila masyarakat memberikan amanah, saya akan menjaganya dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan kerja nyata. Sebab bagi saya, suara rakyat bukan hanya untuk didengar, tetapi harus diperjuangkan hingga melahirkan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," tutupnya.
Bagi Amsal Bahrum, langkah menuju DPRD Kabupaten Luwu bukanlah garis akhir sebuah perjalanan politik. Sebaliknya, itu merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengawal kepentingan masyarakat Walenrang Timur di ruang pengambilan kebijakan. Dengan tekad tersebut, ia berharap dapat kembali melangkah pada 2029, mengabdi, dan memperjuangkan aspirasi rakyat melalui jalur konstitusional.
@Azrul