Soppeng-TintaMerah.My.id -Di tengah arus informasi yang kerap kali tertutup narasi pencitraan, sosok Haerul, seorang wartawan yang lebih dikenal publik dengan julukan "Duga-Duga", muncul dengan misi yang ia sebut sebagai panggilan nurani'membongkar apa yang tersembunyi dan meluruskan apa yang bengkok di tengah masyarakat'.
Sebagai praktisi media, Haerul memandang peran jurnalisme bukan sekadar menyajikan berita, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial yang kritis untuk mempertanyakan realitas yang sering dianggap lumrah oleh banyak orang.
Dalam perbincangan eksklusif pada Kamis (11/6), Haerul menegaskan bahwa perannya bukan sekadar ingin didengar, melainkan sebuah metode jurnalistik untuk membedah kebijakan maupun praktik sosial di lapangan yang selama ini luput dari pengawasan karena tertutup oleh narasi manis di balik meja-meja rapat.
"Kalau ada yang tidak beres, harus kita tunjukkan apa adanya agar bisa diperbaiki. Sebagai wartawan, tugas saya adalah memastikan transparansi tetap menjadi kunci utama menuju perbaikan," ujar Haerul dengan tegas.
Ia menekankan bahwa investigasi yang ia lakukan bukanlah bentuk perlawanan destruktif, melainkan upaya korektif atas ketimpangan yang terjadi di masyarakat.
Meski julukan "Duga-Duga" sering kali terdengar seperti spekulasi, Haerul justru membalikkan makna tersebut melalui kacamata jurnalistik.
Baginya, "duga-duga" adalah langkah awal dalam sebuah proses investigasi—di mana setiap fakta yang terungkap selalu bermula dari sebuah dugaan yang kemudian harus dibuktikan kebenarannya.
"Saya tidak asal bicara. Setiap hal yang saya ungkap selalu berpijak pada keresahan warga dan fakta yang saya temukan sendiri di lapangan. Tugas saya adalah mengawal kebenaran sampai ke akarnya," tambahnya.
Kini, sepak terjang Haerul alias Duga-Duga dalam dunia jurnalistik lokal mulai menyita perhatian banyak pihak. Ia berharap aksinya dapat memantik semangat individu lain untuk lebih berani bersuara dan peduli terhadap isu-isu sosial di sekitar mereka.
Dengan komitmennya sebagai wartawan yang teguh pada prinsip keadilan dan kejujuran, Haerul ingin membuktikan bahwa suara yang berangkat dari fakta di lapangan memiliki kekuatan untuk mendorong perubahan nyata bagi masyarakat Soppeng.
Catatan Editor: Naskah ini disusun dengan menyoroti peran Haerul sebagai pewarta yang membawa misi kontrol sosial melalui kerja-kerja jurnalistik lapangan.
@Red