Iklan

UMKM Keluhkan Pasar Tetewatu Sepi, APKLI-P Sulsel Minta Pemkab Soppeng Evaluasi Kondisi Ekonomi Rakyat

Minggu, 19 Juli 2026, Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T02:36:16Z
SOPPENG|TintaMerah.my.id — Lesunya aktivitas perdagangan di Pasar Tetewatu, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat pedesaan tampak kehilangan denyutnya. Ramainya transaksi yang dahulu menjadi penopang penghasilan pedagang kini berganti dengan lapak-lapak yang lebih banyak menunggu pembeli.

Pantauan di lokasi pada Minggu (19/7/2026) memperlihatkan suasana pasar yang relatif lengang. Sejumlah kios tetap beroperasi, namun aktivitas jual beli berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan hari-hari normal. Beberapa pedagang mengaku pembeli yang datang semakin sedikit, sehingga omzet penjualan terus mengalami penurunan.

Bagi para pelaku UMKM, kondisi tersebut bukan sekadar penurunan pendapatan harian. Mereka menilai melemahnya transaksi di pasar merupakan gambaran berkurangnya daya beli masyarakat. Ketika uang tidak lagi berputar secara optimal di pasar rakyat, dampaknya dirasakan hampir seluruh mata rantai ekonomi desa, mulai dari pedagang, petani, peternak, hingga pelaku jasa.

"Kalau pasar sepi, kami yang paling dulu merasakan dampaknya. Barang banyak yang tidak terjual, sementara kebutuhan hidup terus berjalan," tutur seorang pedagang yang ditemui di lokasi.

Dalam struktur ekonomi pedesaan, pasar tradisional memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat jual beli. Pasar menjadi ruang bertemunya hasil produksi masyarakat dengan kebutuhan konsumen. Ketika aktivitas pasar melemah, perputaran ekonomi desa ikut melambat karena transaksi yang biasanya menjadi sumber pendapatan masyarakat berkurang secara signifikan.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPW APKLI-P Sulawesi Selatan. Ia menilai lesunya aktivitas perdagangan di Pasar Tetewatu merupakan sinyal yang perlu dicermati oleh pemerintah daerah karena dapat mencerminkan tekanan terhadap ekonomi masyarakat di lapisan bawah.

Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi daerah atau besarnya realisasi anggaran. Kondisi riil yang dialami masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional, juga harus menjadi tolok ukur dalam menyusun kebijakan pembangunan.

"Pasar rakyat adalah barometer ekonomi masyarakat. Ketika pasar mulai sepi dalam waktu yang cukup lama, pemerintah perlu melakukan evaluasi untuk mengetahui faktor penyebabnya dan menyiapkan langkah pemulihan yang tepat," ujarnya.

APKLI-P Sulawesi Selatan meminta Pemerintah Kabupaten Soppeng melakukan evaluasi terhadap kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Evaluasi tersebut dinilai perlu mencakup perkembangan daya beli masyarakat, pemasaran hasil pertanian, akses permodalan bagi UMKM, distribusi barang kebutuhan pokok, hingga efektivitas program pemberdayaan ekonomi yang selama ini dijalankan.

Organisasi tersebut juga mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku UMKM melalui penguatan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, perluasan pasar bagi produk lokal, serta penyelenggaraan kegiatan ekonomi yang mampu menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional.

Di sisi lain, kondisi Pasar Tetewatu juga memerlukan kajian yang komprehensif. Menurunnya aktivitas perdagangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan pola konsumsi masyarakat, kondisi musim dan hasil panen, fluktuasi harga komoditas, maupun dinamika ekonomi regional. Karena itu, diperlukan analisis berbasis data agar penyebab perlambatan ekonomi dapat diidentifikasi secara tepat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Soppeng, Dinas Perdagangan, maupun Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Tenaga Kerja mengenai kondisi perdagangan di Pasar Tetewatu serta langkah yang akan ditempuh untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat. Ruang klarifikasi dari pemerintah tetap penting agar publik memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan berbasis data.

Lesunya aktivitas di Pasar Tetewatu menjadi pengingat bahwa kekuatan ekonomi daerah pada akhirnya tercermin dari kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari. Ketika pasar tradisional kehilangan keramaiannya, perhatian terhadap ekonomi kerakyatan menjadi semakin mendesak agar UMKM tetap bertahan, daya beli masyarakat pulih, dan perputaran ekonomi di tingkat desa kembali bergerak.@Red
Komentar

Tampilkan

  • UMKM Keluhkan Pasar Tetewatu Sepi, APKLI-P Sulsel Minta Pemkab Soppeng Evaluasi Kondisi Ekonomi Rakyat
  • 0

Terkini

Iklan