Iklan

Ketua DPW ICC Sulsel Iwan Hammer Soroti Janji "Listrik Masuk Sawah" di Soppeng: Dua Tahun Berlalu, Petani Masih Bergantung pada Elpiji

Senin, 13 Juli 2026, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T09:23:36Z
SOPPENG.Tintamerah.my.id – Ketua DPW ICC Sulawesi Selatan, Iwan Hammer, menyoroti belum terealisasinya program "Listrik Masuk Sawah" yang sebelumnya diharapkan menjadi solusi kebutuhan energi bagi sektor pertanian di Kabupaten Soppeng. Menurutnya, setelah sekitar dua tahun berlalu, sebagian petani masih mengandalkan gas Elpiji untuk mengoperasikan pompa air karena jaringan listrik belum menjangkau areal persawahan mereka.

"Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Ketika petani masih menggunakan Elpiji untuk menggerakkan pompa irigasi, sementara Elpiji 3 kilogram juga mengalami kelangkaan, yang menanggung dampaknya adalah petani. Ini bukan hanya persoalan energi, tetapi juga menyangkut produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah," kata Iwan Hammer.

Menurut Iwan, pemerintah perlu memberikan penjelasan yang terbuka mengenai perkembangan program tersebut. Ia mempertanyakan sejauh mana realisasi "Listrik Masuk Sawah", lokasi yang telah terlayani, wilayah yang belum terjangkau, serta kendala yang menyebabkan program itu belum dirasakan oleh sebagian petani.

"Publik berhak mengetahui progresnya. Jika memang ada hambatan teknis, anggaran, atau administrasi, sampaikan secara terbuka. Transparansi jauh lebih baik daripada membiarkan masyarakat terus bertanya-tanya tanpa kepastian," ujarnya.

Iwan mengatakan, penggunaan Elpiji sebagai sumber energi pompa air pada dasarnya merupakan pilihan yang diambil petani karena keterbatasan infrastruktur. Namun ketika pasokan Elpiji ikut langka, biaya produksi meningkat dan aktivitas pertanian berpotensi terganggu, terutama pada musim tanam yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan.

Ia menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah pasokan Elpiji. Menurutnya, solusi jangka panjang tetap bergantung pada tersedianya infrastruktur listrik yang memadai di kawasan pertanian sehingga petani tidak lagi bergantung pada sumber energi alternatif yang biaya operasionalnya lebih tinggi.

Selain itu, Iwan juga meminta Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama instansi terkait mengevaluasi distribusi Elpiji 3 kilogram untuk memastikan pasokan berjalan sesuai ketentuan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak dapat disimpulkan adanya penyimpangan dalam distribusi Elpiji. Setiap dugaan, katanya, harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang objektif oleh instansi yang berwenang.

"Yang diharapkan petani bukan sekadar janji atau penjelasan. Mereka membutuhkan kepastian kapan jaringan listrik benar-benar masuk ke kawasan persawahan. Infrastruktur energi yang memadai akan menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi irigasi, dan memperkuat produktivitas pertanian," katanya.

Iwan berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng segera menyampaikan perkembangan program "Listrik Masuk Sawah" beserta langkah-langkah konkret yang akan ditempuh agar kebutuhan energi sektor pertanian dapat terpenuhi. Menurutnya, kejelasan informasi merupakan bagian dari akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.Tim
Komentar

Tampilkan

  • Ketua DPW ICC Sulsel Iwan Hammer Soroti Janji "Listrik Masuk Sawah" di Soppeng: Dua Tahun Berlalu, Petani Masih Bergantung pada Elpiji
  • 0

Terkini

Iklan