Iklan

Ketum DPP LSM GARDA 08 Nilai Kinerja Pemkab Soppeng Belum Optimal, Desak Evaluasi Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026, Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-22T18:28:50Z

SOPPENG-TintaMerah.my.id – Di tengah berbagai capaian yang kerap disampaikan Pemerintah Kabupaten Soppeng kepada publik, muncul pandangan kritis dari kalangan masyarakat sipil yang menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius dan langkah pembenahan yang lebih konkret.
 
Ketua Umum DPP LSM GARDA 08 menilai bahwa efektivitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di daerah tersebut belum menunjukkan hasil yang maksimal. Penilaian tersebut didasarkan pada berbagai dinamika yang belakangan menjadi perhatian luas, mulai dari persoalan administrasi kependudukan, penataan birokrasi, pengisian jabatan strategis, hingga pemerataan manfaat pembangunan ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
 
Angka Statistik vs Realitas di Lapangan
 
Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan tidak dapat semata-mata dilihat dari laporan capaian program, penghargaan yang diraih, maupun indikator statistik makro yang dipublikasikan setiap tahun. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebijakan tersebut diterjemahkan menjadi pelayanan yang cepat, birokrasi yang responsif, serta peningkatan kesejahteraan yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
 
Keberhasilan pemerintah daerah harus diukur dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika masih muncul berbagai keluhan terkait pelayanan, efektivitas birokrasi, dan pemerataan pembangunan, maka hal itu menjadi sinyal kuat bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang perlu diselesaikan," ujarnya.
 
Ia menjelaskan, masyarakat pada dasarnya tidak terlalu mempersoalkan banyaknya program yang diluncurkan. Yang menjadi perhatian utama adalah sejauh mana program-program tersebut mampu menjawab kebutuhan riil dan menghadirkan perubahan yang signifikan.
 
Birokrasi dan Stabilitas Kepemimpinan
 
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah isu publik terus menjadi bahan perbincangan. Mulai dari dinamika mutasi dan rotasi pejabat, masih banyaknya jabatan strategis yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), hingga efektivitas koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
 
LSM GARDA 08 menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius. Sebab, birokrasi yang terlalu lama berada dalam fase transisi berpotensi memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan serta konsistensi pelaksanaan program pembangunan.
 
Stabilitas birokrasi adalah fondasi utama. Ketika terlalu banyak posisi penting yang belum terisi secara definitif atau struktur organisasi sering berubah, yang dikhawatirkan adalah pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak maksimal dan terhambat," katanya.
 
Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Nyata
 
Selain persoalan manajemen pemerintahan, lembaga ini juga menyoroti aspek pembangunan ekonomi daerah. Meskipun sejumlah indikator menunjukkan tren positif, termasuk angka pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, LSM GARDA 08 mengingatkan bahwa angka tersebut harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan yang merata.
 
Menurut mereka, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki makna signifikan apabila belum mampu menekan kesenjangan sosial, meningkatkan daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.
 
Kita tidak boleh terjebak pada kebanggaan angka statistik semata. Pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah: apakah petani, pedagang kecil, pelaku UMKM, dan masyarakat pedesaan benar-benar merasakan manfaatnya? Jika belum, maka evaluasi menyeluruh mutlak dilakukan," tegasnya.
 
Transparansi dan Komunikasi Publik
 
Lebih jauh, organisasi ini menilai pemerintah daerah perlu membangun pola komunikasi publik yang jauh lebih terbuka dan transparan. Masyarakat, menurutnya, berhak mengetahui tidak hanya capaian, tetapi juga hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan roda pemerintahan.
 
Keterbukaan informasi dianggap kunci utama dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menghindari spekulasi yang tidak perlu.
 
Kritik sebagai Bagian dari Demokrasi
 
Meski menyampaikan pandangan yang kritis, LSM GARDA 08 menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap berbagai capaian positif yang telah diraih. Program infrastruktur, pertanian, pelayanan sosial, dan peningkatan pendapatan daerah tetap patut diapresiasi.
 
Namun, apresiasi tersebut tidak boleh menutup ruang untuk perbaikan. Justru, kritik dan pengawasan publik merupakan bagian tak terpisahkan dari mekanisme demokrasi yang sehat.
 
"Kami tidak sedang mencari kesalahan atau menjatuhkan pihak mana pun. Yang kami lakukan adalah menjalankan fungsi kontrol sosial. Ketika ada yang baik, kami apresiasi. Ketika masih ada kekurangan, kami sampaikan agar menjadi bahan perbaikan bersama," ujarnya.
 
LSM GARDA 08 juga berharap seluruh OPD mampu menjadikan masukan dari masyarakat sebagai bahan introspeksi, bukan sebagai ancaman. Pemerintahan yang kuat, menurutnya, adalah yang berani mengakui kekurangan dan terbuka terhadap perubahan.
 
Harapan untuk Masa Depan
 
Ke depan, lembaga ini berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng mampu mempercepat pembenahan birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat transparansi, serta memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat yang merata.
 
"Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan sekadar slogan atau janji. Yang dibutuhkan adalah bukti nyata: pelayanan yang cepat, birokrasi yang bekerja, pembangunan yang adil, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan. Itulah ukuran sesungguhnya keberhasilan sebuah pemerintahan," tutup Ketua Umum DPP LSM GARDA 08.
 
 Redaksi:
TintaMerah.my.id
Komentar

Tampilkan

  • Ketum DPP LSM GARDA 08 Nilai Kinerja Pemkab Soppeng Belum Optimal, Desak Evaluasi Menyeluruh
  • 0

Terkini

Iklan