SOPPENG-TintaMerah.my.id – Pembangunan daerah pada hakikatnya bukan sekadar proyek fisik atau angka statistik. Tujuan utamanya adalah satu: meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Berbagai program yang dijalankan diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata, mulai dari bertambahnya pendapatan, terbukanya lapangan kerja, hingga membaiknya kualitas pelayanan publik.
Namun realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Di tengah kemegahan infrastruktur yang dibangun, masih terdengar suara kegelisahan yang tak bisa dibungkam. Banyak warga yang mengaku belum sepenuhnya merasakan dampak positif tersebut terhadap kondisi ekonomi mereka.
LSM GARDA 08 menilai keberhasilan pembangunan harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan rakyat, bukan semata dari capaian fisik dan statistik.
Merespons dinamika tersebut, Divisi Hukum dan Investigasi LSM GARDA 08 Sulawesi Selatan angkat bicara. Organisasi ini menilai bahwa indikator keberhasilan sebuah pemerintahan tidak boleh berhenti pada apa yang terlihat indah di atas kertas, melainkan harus bisa diraba dan dirasakan langsung oleh rakyat.
“Pembangunan tentu harus diapresiasi sebagai upaya memajukan daerah. Namun tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat. Karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Koordinator Divisi Hukum dan Investigasi LSM GARDA 08 Sulsel, Juansyah, S.H.
Infrastruktur Harus Menjadi Jembatan Kesejahteraan
Menurut Juansyah, pembangunan jalan dan fasilitas publik memang sangat dibutuhkan. Namun, infrastruktur tidak boleh berdiri sendiri sebagai tujuan akhir. Ia harus berfungsi sebagai penggerak ekonomi yang membuka peluang usaha, memperkuat sektor pertanian, mendukung UMKM, dan pada akhirnya meningkatkan daya beli masyarakat.
Sayangnya, hingga saat ini, persoalan seperti keterbatasan lapangan kerja, tingginya biaya hidup, serta tantangan berat yang dihadapi petani dan pelaku usaha kecil masih menjadi keluhan utama.
“Ketika masih ada warga yang mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan atau kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, maka hal tersebut patut menjadi alarm dan bahan evaluasi bersama,” tegasnya.
Kritik untuk Perbaikan, Bukan Penghakiman
Juansyah menegaskan, pandangan kritis yang disampaikan bukan bermaksud untuk menafikan segala usaha dan capaian yang telah ada. Pihaknya menyadari bahwa pembangunan daerah memiliki banyak tantangan dan keterbatasan.
Namun, dalam sistem demokrasi, kritik yang konstruktif adalah bagian tak terpisahkan dari upaya perbaikan.
“Kami ingin pembangunan di Soppeng benar-benar berpihak pada rakyat. Pembangunan yang ideal adalah yang mampu mengurangi kesenjangan, memperkuat ekonomi akar rumput, dan menciptakan harapan baru bagi masyarakat,” jelasnya.
LSM GARDA 08 berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng dapat lebih memperhatikan sektor-sektor yang langsung menyentuh kehidupan warga. Evaluasi yang melibatkan aspirasi masyarakat dinilai penting agar arah kebijakan ke depan semakin tepat sasaran.
“Ukuran keberhasilan sesungguhnya sederhana: ketika rakyat merasa ekonominya kuat, hidupnya lebih mudah, dan masa depannya cerah. Itulah tujuan utama dari segala pembangunan itu sendiri,” pungkas Juansyah.
@Red