Iklan

GUBERNUR MELKI DORONG PERBAIKAN PENDIDIKAN DAN PENGUATAN UMKM PEMUDA

Sabtu, 13 Juni 2026, Juni 13, 2026 WIB Last Updated 2026-06-13T00:27:42Z
TIMOR TENGAH UTARATintaMerah.my.id -- Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, di tengah kaum muda Katolik Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bukan sekadar kunjungan seremonial. Pertemuan yang berlangsung hangat dan terbuka tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Orang Muda Katolik (OMK) setempat, yang menilai dialog langsung ini menjadi jembatan vital antara aspirasi generasi muda dengan kebijakan pembangunan daerah.
 
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari kualitas pendidikan yang perlu dibenahi, keterbatasan lapangan kerja, hingga upaya penguatan ekonomi masyarakat, pendekatan yang mengutamakan komunikasi dinilai menjadi langkah strategis yang sangat dinantikan.
 
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua OMK Paroki St. Filomena Mena, Yanto Lau, saat mengikuti dialog bersama Gubernur NTT dan OMK se-Dekenat Mena di Kantor Dekenat Mena, Paroki St. Filomena, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, Kamis (11/6/2026).
 
Dialog seperti ini sangat penting karena apa yang kami sampaikan didengar langsung oleh Bapak Gubernur. Aspirasi yang muncul tidak berhenti sekadar sebagai keluhan, tetapi mendapat respons dan peluang nyata untuk ditindaklanjuti. Ini menunjukkan bahwa pemerintah sungguh-sungguh memberi perhatian terhadap peran kaum muda dalam pembangunan daerah," ujar Yanto.
 
Bagi OMK, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membicarakan isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari dunia pendidikan, pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, hingga kontribusi nyata pemuda dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat merupakan sumber energi dan semangat tersendiri bagi para pemimpin daerah dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
 
Bagi kami yang menjadi pejabat publik, bertemu masyarakat itu adalah vitamin dan energi. Ketika mendengar langsung harapan dan kegelisahan masyarakat, kami mendapatkan semangat baru untuk terus bekerja keras dan memperbaiki apa yang masih kurang," kata Melki dengan tegas.
 
Pernyataan ini sekaligus menegaskan filosofi pembangunan yang menempatkan partisipasi rakyat sebagai fondasi utama. Menurut Melki, pembangunan tidak akan pernah berjalan efektif jika hanya berjalan satu arah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen, terutama generasi muda yang akan menjadi penentu arah masa depan NTT.

Salah satu isu yang mendapat perhatian paling serius dalam dialog tersebut adalah sektor pendidikan. Gubernur Melki secara terbuka mengakui bahwa kualitas pendidikan di NTT masih menghadapi tantangan berat. Berbagai indikator nasional masih menunjukkan posisi yang perlu diperbaiki secara serius.
 
Kualitas pendidikan kita masih berada pada kelompok terbawah secara nasional. Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dalam semalam, tapi butuh perbaikan sistematis dan berkelanjutan," ungkapnya.
 
Melki menekankan, persoalan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau guru semata. Dibutuhkan sinergi kuat antara keluarga, gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan budaya belajar yang kokoh.
 
Sebagai wujud nyata, Pemerintah Provinsi NTT menggalakkan Program Jam Belajar Masyarakat yang berlangsung setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.
 
"Kami berharap pada jam-jam tersebut, seluruh aktivitas bisa dikondisikan agar anak-anak punya waktu khusus untuk belajar di rumah. Mereka harus kembali membaca, didampingi orang tua, dan fokus menuntut ilmu. Investasi terbesar bagi masa depan NTT adalah kualitas manusia dan kecerdasan generasinya," tegasnya. 

Selain pendidikan, Gubernur Melki juga menyoroti potensi besar pemuda dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Ia menilai, berbagai kegiatan yang digagas oleh OMK selama rangkaian perayaan Hati Kudus Yesus tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga dampak ekonomi yang nyata.
 
Setiap kali anak muda bergerak, hampir selalu memunculkan aktivitas ekonomi baru—mulai dari pameran produk kreatif, kuliner, hingga jasa lainnya yang menyerap tenaga kerja dan memutar uang di masyarakat.
 
Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat iman. Ketika anak-anak muda bergerak, akan muncul getaran ekonomi, sosial, budaya, yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar kegiatan ini didata dan dievaluasi dengan baik, sehingga pemerintah bisa memberikan dukungan lebih besar ke depannya," jelasnya.
 
Melki mengajak generasi muda untuk tidak takut berinovasi dan memanfaatkan masa muda sebagai waktu emas untuk belajar dan berkarya.
 
Anak muda adalah masa untuk mencoba, berkembang, dan menemukan peluang. Jangan jadikan diri sendiri penonton, tapi jadilah pelaku perubahan yang nyata," pesannya.
 
Sementara itu, Bupati TTU, Falentinus Delasalle Kebo, menilai forum dialog ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan harapan masyarakat dengan realitas kebijakan.
 
Generasi muda tidak boleh hanya menjadi pewaris masa depan, tetapi harus menjadi pencipta masa depan itu sendiri. Melalui forum seperti ini, gagasan, kritik, dan aspirasi bisa disampaikan secara terbuka dan konstruktif," ujar Falentinus.
 
Ia menambahkan, pembangunan daerah mustahil berjalan sendirian oleh pemerintah. Sinergi dengan gereja, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat adalah syarat mutlak kemajuan yang berkelanjutan.
 
Hal senada juga disampaikan Romo Deken Mena yang menyebut kegiatan ini sebagai momentum yang telah lama dinantikan umat, khususnya kaum muda, sebagai wadah yang memperkuat iman sekaligus mengasah bakat dan keterampilan.

Dialog yang berlangsung akrab tersebut ditutup dengan kunjungan Gubernur Melki Laka Lena ke stan pameran UMKM milik anggota OMK. Dalam momen tersebut, Gubernur secara langsung membeli sejumlah produk yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas dan usaha generasi muda.
 
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah yang mendorong konsep One Village One Product dan One Community One Product, guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
 
Di akhir kunjungan, tergambar sebuah pesan kuat bahwa pembangunan di NTT tidak hanya diukur dari panjangnya jalan yang dibangun atau indahnya bangunan yang berdiri. Lebih dari itu, pembangunan yang bermakna adalah ketika pemerintah hadir mendengar, melibatkan, dan memberdayakan rakyatnya—terutama kaum muda—untuk ikut menentukan arah masa depan daerahnya sendiri.
 
@Red
Komentar

Tampilkan

  • GUBERNUR MELKI DORONG PERBAIKAN PENDIDIKAN DAN PENGUATAN UMKM PEMUDA
  • 0

Terkini

Iklan