Iklan

EKONOMI SOPPENG DINILAI MELEMAH, APKAN RI DESAK PEMKAB PERKUAT DAYA BELI DAN BENAHI DISTRIBUSI PUPUK

Kamis, 11 Juni 2026, Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T14:10:49Z
SOPPENG-Tintamerah.my.id – Kondisi perekonomian Kabupaten Soppeng yang dinilai mulai melemah kini menjadi sorotan tajam kalangan aktivis dan masyarakat. Menurunnya daya beli warga, lesunya aktivitas perdagangan, hingga persoalan kelangkaan pupuk subsidi yang belum tuntas dituntut agar segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
 
Ketua DPD APKAN RI Kabupaten Soppeng, Jamaluddin, menilai berbagai keluhan yang berkembang di tengah masyarakat merupakan sinyal kuat adanya tekanan ekonomi yang dirasakan langsung, khususnya oleh kalangan petani, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro.
 
"Keluhan masyarakat semakin sering kita dengar. Pedagang mengaku omzet menurun, petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, sementara harga sejumlah kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian bersama," ujar Jamaluddin, Kamis (11/6/2026).
 
 PERTANIAN SEBAGAI TULANG PUNGGUNG TERANCAM
 Sektor pertanian selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian di Soppeng. Namun, persoalan distribusi pupuk subsidi yang belum kunjung membaik dinilai berpotensi memberikan dampak domino yang sangat luas.
 
Menurut Jamaluddin, jika pupuk sulit didapat atau harganya melambung, maka biaya produksi petani akan meningkat. Hal ini tentu akan menekan pendapatan petani, yang pada akhirnya berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat di tingkat desa dan memperlambat perputaran ekonomi daerah secara keseluruhan.
 
"Jika pupuk sulit diperoleh, biaya produksi petani meningkat. Ketika produksi terganggu, pendapatan petani juga ikut terdampak. Pada akhirnya kondisi tersebut dapat memengaruhi daya beli masyarakat," tegasnya.
 
Karena itu, APKAN RI mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk meningkatkan transparansi serta pengawasan ketat terhadap rantai distribusi. Pupuk subsidi harus benar-benar tepat sasaran agar tidak ada oknum yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan petani.
 
  DAYA BELI TURUN, USAHA MIKRO TERTEKAN
Tidak hanya sektor pertanian, kondisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga ikut merasakan dampak. Aktivitas perdagangan dinilai tidak seramai sebelumnya akibat menurunnya konsumsi masyarakat.
 
Merespons hal tersebut, APKAN RI mendorong Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk segera mengambil langkah strategis, antara lain:
Memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 Memperluas akses permodalan bagi UMKM.

 Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk.
 
 POTENSI MASIH BESAR, TUNGGU SOLUSI PEMERINTAH
 Di tengah tantangan yang ada, Kabupaten Soppeng dinilai masih menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perdagangan, dan UMKM. Dengan tata kelola yang baik dan keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil, perekonomian diyakini bisa kembali bangkit.
 
Masyarakat dan pelaku usaha kini menanti kebijakan konkret dari pemkab agar roda ekonomi kembali berputar optimal dan kesejahteraan warga dapat terwujud.
 
(Redaksi)
Komentar

Tampilkan

  • EKONOMI SOPPENG DINILAI MELEMAH, APKAN RI DESAK PEMKAB PERKUAT DAYA BELI DAN BENAHI DISTRIBUSI PUPUK
  • 0

Terkini

Iklan