Iklan

Diapresiasi omk ttu, gubernur melki dorong perbaikan pendidikan dan penguatan umkm pemuda

Sabtu, 13 Juni 2026, Juni 13, 2026 WIB Last Updated 2026-06-13T10:46:55Z
Timur Tengah utara-TintaMerah.My.id — kehadiran gubernur nusa tenggara timur (ntt), emanuel melkiades laka lena, di tengah orang muda katolik (omk) se-dekenat mena menjadi momentum penting yang memperlihatkan upaya nyata pemerintah daerah membangun komunikasi langsung dengan generasi muda. dialog yang berlangsung hangat dan terbuka di kantor dekenat mena, paroki st. filomena, desa oepuah selatan, kecamatan biboki moenleu, kabupaten timor tengah utara (ttu), kamis (11/6/2026), tidak hanya membahas persoalan kepemudaan semata, melainkan juga menyentuh isu-isu strategis pembangunan daerah, mulai dari dunia pendidikan hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
 
ketua orang muda katolik (omk) paroki st. filomena mena, yanto lau, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan gubernur melki terhadap peran dan kontribusi kaum muda katolik dalam pembangunan daerah. menurutnya, kehadiran langsung seorang kepala daerah untuk duduk bersama dan berdialog merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan nyata bahwa suara generasi muda memiliki bobot dan arti penting dalam menentukan arah masa depan ntt.
 
"namanya dialog berarti apa yang kita sampaikan didengar langsung oleh bapak gubernur, direspons dengan serius, dan memiliki peluang untuk ditindaklanjuti. dengan kehadiran bapak gubernur, ini menegaskan bahwa pemerintah sungguh-sungguh menghargai peran kaum muda untuk bersama-sama membangun provinsi ntt maupun kabupaten ttu," ujar yanto dengan penuh semangat.
 
bagi yanto, selama ini kaum muda sering kali hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, sekadar penerima program atau peserta kegiatan. padahal, generasi muda menyimpan gagasan segar, kreativitas tak terbatas, dan energi besar yang bisa menjadi modal utama kemajuan daerah apabila diberikan ruang yang cukup dan kepercayaan untuk berkembang.
 
forum dialog yang berlangsung tersebut menjadi wadah strategis bagi kaum muda untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pengembangan kewirausahaan, akses pendidikan yang lebih luas, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peluang keterlibatan aktif dalam berbagai program strategis pemerintah.
 
bertemu masyarakat adalah vitamin dan energi bagi pemimpin
 
dalam kesempatan itu, gubernur melki laka lena menegaskan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat merupakan sumber energi terbesar bagi para pemimpin dalam menjalankan tugas pelayanan publik. menurutnya, kebijakan yang baik dan berpihak pada rakyat harus lahir dari pemahaman terhadap kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar hasil rapat di balik meja kerja yang jauh dari realitas masyarakat.
 
"bagi kami yang menjadi pejabat publik, bertemu masyarakat itu adalah vitamin dan energi. ketika bertemu langsung dan mendengar harapan serta kegelisahan mereka, itu menjadi bahan bakar semangat bagi kami untuk terus bekerja lebih keras lagi," kata melki.
 
pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan dialog sebagai instrumen vital dalam penyusunan kebijakan publik. di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah, keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi faktor penentu keberhasilan setiap program yang diluncurkan pemerintah.
 
pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar
 
salah satu isu sentral yang mendapat perhatian serius dalam pertemuan tersebut adalah kualitas pendidikan di ntt. gubernur melki secara terbuka dan jujur mengakui bahwa kemampuan akademik peserta didik di wilayah ini masih menghadapi tantangan berat jika dibandingkan dengan daerah lain di indonesia.
 
kondisi ini menjadi perhatian utama karena kualitas pendidikan memiliki korelasi langsung dengan daya saing sumber daya manusia, peningkatan produktivitas ekonomi, hingga upaya menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang selama ini menjadi beban masyarakat.
 
sebagai langkah konkret dan terukur, pemerintah provinsi ntt mengimplementasikan program jam belajar masyarakat yang dilaksanakan setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 wita. program ini dirancang khusus untuk membangkitkan kembali budaya belajar yang kuat di lingkungan keluarga dan masyarakat luas.
 
"kami berharap pada waktu tersebut, semua aktivitas pemerintahan, gereja, dan masyarakat bisa memberi ruang bagi anak-anak untuk fokus belajar. selama satu setengah jam itu kita dorong mereka kembali ke rumah, membaca buku, dan didampingi orang tua," ujar melki.
 
melalui program ini, ingin ditegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah semata, melainkan membutuhkan sinergi total dari keluarga, komunitas keagamaan, pemerintah desa, dan seluruh elemen bangsa.
 
 pemuda dan umkm sebagai motor penggerak ekonomi
 
selain sektor pendidikan, gubernur melki juga menyoroti potensi luar biasa yang dimiliki pemuda dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. ia menilai bahwa berbagai kegiatan yang diselenggarakan omk selama rangkaian perayaan hati kudus yesus telah membuktikan bahwa aktivitas keagamaan bisa bertransformasi menjadi ruang lahirnya inisiatif ekonomi yang produktif dan mandiri.
 
ia memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan kaum muda dalam penyelenggaraan pameran ekonomi kreatif, kegiatan sosial, hingga program pemberdayaan yang berlangsung di wilayah dekenat mena.
 
menurut melki, kegiatan semacam ini memiliki efek berganda yang sangat baik bagi perekonomian lokal. kehadiran pameran umkm, misalnya, bukan hanya sekadar ajang pamer barang, tetapi membuka peluang pasar baru dan memperluas jaringan bisnis bagi pelaku usaha muda.
 
"kegiatan seperti ini bukan hanya soal ritual keagamaan dan spiritual. ketika anak-anak muda bergerak, di situ akan lahir aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang," katanya.
 
pandangan ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi ntt yang saat ini gencar mendorong pengembangan produk unggulan berbasis desa dan komunitas melalui konsep one village one product (ovop) serta one community one product (ocop). pendekatan ini bertujuan agar setiap wilayah mampu menciptakan produk khas yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus memperkuat jati diri lokal.
 
kaum muda diminta tidak jadi penonton, tapi pelaku perubahan
 
gubernur melki juga mengingatkan bahwa masa muda adalah waktu emas yang sangat berharga untuk membangun kapasitas diri, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
 
"anak muda adalah masa untuk belajar dan berkembang. jangan pernah sia-siakan masa-masa indah ini. manfaatkan waktu untuk meningkatkan kemampuan diri sekaligus berkontribusi nyata bagi daerah," pesannya.
 
dukungan terhadap pandangan ini disampaikan langsung oleh bupati ttu, falentinus delasalle kebo. menurutnya, generasi muda saat ini tidak cukup hanya dipersiapkan sebagai penerus estafet pembangunan, tetapi harus ditumbuhkan kesadaran untuk menjadi aktor utama yang menciptakan perubahan bagi daerahnya sendiri.
 
"orang muda hari ini hidup di era yang penuh tantangan sekaligus peluang. karena itu, mereka tidak boleh hanya menjadi penonton yang berdiam diri, tetapi harus berani menjadi pelaku perubahan. forum dialog ini menjadi ruang strategis bagi mereka untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, kritik, dan kegelisahan secara terbuka dan membangun," kata falentinus.
 
bupati menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak mungkin diraih sendirian oleh pemerintah. dibutuhkan kolaborasi yang kokoh antara pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat sipil. dalam konteks itu, gereja katolik dinilai memiliki peran sangat besar dalam pembentukan karakter, peningkatan kualitas manusia, dan pemeliharaan kerukunan sosial.
 
gereja dan pemuda sebagai mitra strategis pembangunan
 
sementara itu, romo deken mena menjelaskan bahwa dialog bersama gubernur dan bupati merupakan momen yang telah lama dinantikan oleh umat dan kaum muda di wilayahnya. rangkaian kegiatan hati kudus yesus yang digelar tidak hanya berorientasi pada penguatan iman, tetapi juga didesain untuk mengasah kreativitas, jiwa kepemimpinan, dan kemandirian ekonomi anak muda.
 
selain kegiatan rohani, berbagai perlombaan, bakti sosial, dan pameran ekonomi kreatif juga digelar untuk menampung talenta omk dari berbagai penjuru.
 
"kami ingin kegiatan ini tidak hanya memperkokoh iman, tetapi juga mengembangkan bakat dan kemampuan mereka di berbagai bidang kehidupan," ujarnya.
 
dialog yang penuh makna tersebut kemudian ditutup dengan peninjauan stan pameran umkm oleh gubernur melki laka lena. dalam momen tersebut, gubernur secara langsung membeli sejumlah produk hasil karya anak muda sebagai bentuk dukungan nyata dan apresiasi terhadap kreativitas generasi muda.
 
langkah sederhana ini memiliki makna simbolis yang kuat. dukungan terhadap produk lokal bukan hanya membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bagi kaum muda untuk terus berinovasi dan menciptakan peluang ekonomi baru.
 
di tengah tantangan pembangunan yang masih dihadapi ntt, mulai dari kualitas sumber daya manusia, keterbatasan lapangan kerja, hingga masalah kesejahteraan, keterlibatan aktif generasi muda menjadi kunci pembuka jalan perubahan. karena itu, dialog yang mempertemukan pemerintah dengan anak muda seperti di dekenat mena ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan investasi masa depan yang dapat melahirkan gagasan segar, kerja sama yang solid, dan gerakan nyata bagi kemajuan daerah yang lebih baik.
 
penulis: bergita abi
Komentar

Tampilkan

  • Diapresiasi omk ttu, gubernur melki dorong perbaikan pendidikan dan penguatan umkm pemuda
  • 0

Terkini

Iklan