SOPPENG,TintaMerah.my.id – Aktivitas para petani di Dusun Peppae, Desa Abbanuange, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dibayangi rasa waswas. Seutas kabel yang diduga merupakan bagian dari jaringan listrik milik PT PLN (Persero) terlihat menjuntai melintasi area lahan pertanian warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan, terutama saat musim tanam dan panen ketika mobilitas petani di lokasi meningkat.
Sejumlah warga menilai kondisi tersebut telah berlangsung dan berpotensi membahayakan keselamatan siapa pun yang beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan agar potensi risiko dapat dicegah sebelum menimbulkan korban.
Temuan di lapangan itu turut menjadi pperhatian kordinator ivisi Hukum Garda RI Juansyah, S.H., meminta agar kondisi kabel tersebut segera diverifikasi oleh pihak yang berwenang untuk memastikan status kepemilikan maupun tingkat keamanannya.
"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan infrastruktur kelistrikan. Setiap temuan yang berpotensi menimbulkan risiko perlu segera ditindaklanjuti agar tidak membahayakan warga," ujar Juansyah, Rabu (1/7/2026).
Menurut Juansyah, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kabel tersebut merupakan bagian dari jaringan PT PLN (Persero), maka perusahaan diharapkan segera melakukan langkah teknis sesuai standar keselamatan yang berlaku. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk mencegah potensi kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.
"Kami berharap pihak PLN segera melakukan pengecekan di lapangan. Jika benar kabel tersebut merupakan bagian dari jaringan PLN dan kondisinya berpotensi membahayakan, tentu perlu segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban maupun kerugian," katanya.
Ia menambahkan, setiap laporan masyarakat mengenai dugaan potensi bahaya pada fasilitas publik semestinya mendapat perhatian serius. Respons yang cepat tidak hanya merupakan bagian dari pelayanan publik, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah terjadi insiden. Karena itu, pemeriksaan berkala terhadap jaringan kelistrikan, khususnya yang berada di kawasan permukiman dan lahan pertanian, perlu terus ditingkatkan guna memastikan seluruh infrastruktur berada dalam kondisi laik dan aman digunakan.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya kepastian dari pihak berwenang mengenai status kabel tersebut. Verifikasi yang dilakukan secara terbuka dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi sekaligus memberikan kepastian mengenai langkah penanganan yang akan ditempuh.
Hingga berita ini diterbitkan, PT PLN (Persero) belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kabel yang dilaporkan warga di Dusun Peppae. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak PLN mengenai status jaringan tersebut, hasil pemeriksaan di lapangan, serta rencana penanganannya apabila terbukti merupakan bagian dari aset perusahaan.
Sementara menunggu hasil verifikasi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar lokasi. Warga diharapkan tidak menyentuh atau mendekati kabel yang diduga mengalami gangguan serta segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas berwenang apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.@Red