soppeng-Tuntamerah.My.id — di tengah berbagai perdebatan mengenai kondisi ekonomi masyarakat pedesaan, kepala desa abbanuange, kecamatan lilirilau, kabupaten soppeng, buhari, menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian masih menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. bagi buhari, berbicara tentang ekonomi desa tidak bisa dilepaskan dari nasib para petani yang setiap hari bergelut dengan lahan, cuaca, harga pasar, hingga persoalan pupuk yang kerap menjadi keluhan tahunan.
pernyataan tersebut bukan sekadar narasi optimistis tanpa dasar. desa abbanuange selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian yang memiliki potensi besar, terutama pada komoditas jagung yang menjadi sumber penghasilan utama sebagian besar masyarakat. kemajuan yang dicapai petani dalam beberapa tahun terakhir dinilai telah memberikan efek berantai terhadap berbagai aktivitas ekonomi lainnya di desa.
menurut buhari, ketika hasil panen meningkat dan petani memperoleh keuntungan yang layak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga petani. perputaran ekonomi menjalar hingga ke pedagang, pelaku usaha kecil, penyedia jasa, hingga masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas ekonomi lokal.
"jika petani mendapatkan hasil yang baik, maka uang akan berputar di desa. warung ramai, usaha kecil bergerak, kebutuhan rumah tangga terpenuhi, dan daya beli masyarakat meningkat. karena itu kemajuan petani adalah kemajuan desa," ungkapnya.
namun di balik optimisme tersebut, terdapat realitas yang tidak bisa diabaikan. kemajuan sektor pertanian sering kali menghadapi berbagai tantangan yang membuat kesejahteraan petani berada dalam posisi rentan. harga hasil pertanian yang fluktuatif, biaya produksi yang terus meningkat, ketersediaan pupuk bersubsidi yang kerap menjadi persoalan, hingga perubahan iklim yang sulit diprediksi masih menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat desa.
dalam beberapa tahun terakhir, budidaya jagung hibrida di desa abbanuange disebut memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian. penggunaan benih unggul dan penerapan teknologi pertanian modern membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih baik dibandingkan metode konvensional.
meski demikian, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa peningkatan produksi tidak selalu identik dengan peningkatan kesejahteraan. produksi yang melimpah bisa menjadi kabar baik apabila harga jual tetap stabil. sebaliknya, ketika harga jatuh saat panen raya, petani justru berpotensi mengalami kerugian meskipun hasil panennya meningkat.
di sinilah letak tantangan yang sesungguhnya. pertumbuhan ekonomi desa tidak cukup hanya diukur dari besarnya produksi pertanian, tetapi juga harus dilihat dari kemampuan petani memperoleh nilai jual yang adil atas hasil kerja mereka. banyak petani yang mengeluhkan bahwa keuntungan terbesar dalam rantai distribusi justru sering dinikmati oleh pihak-pihak di luar sektor produksi.
karena itu, berbagai program pendampingan, penyuluhan, akses pasar, hingga penguatan kelembagaan petani menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi desa. pemerintah desa menilai kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pihak swasta harus terus diperkuat agar sektor pertanian tidak hanya produktif, tetapi juga menguntungkan.
desa abbanuange sendiri memiliki modal yang cukup besar untuk terus berkembang. luas lahan pertanian yang memadai, pengalaman masyarakat dalam mengelola sektor pertanian, serta semangat petani untuk terus berinovasi menjadi kekuatan utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa ke depan.
namun pertanyaan yang patut diajukan bukan hanya apakah produksi pertanian meningkat, melainkan sejauh mana peningkatan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang dirasakan masyarakat secara merata. sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan desa bukan terletak pada angka-angka statistik semata, melainkan pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak.
bagi buhari, satu hal yang tidak terbantahkan adalah bahwa petani tetap menjadi tulang punggung ekonomi desa. ketika petani mampu bertahan dan berkembang, desa memiliki peluang besar untuk maju. tetapi jika petani terus dibayangi persoalan harga, pupuk, dan ketidakpastian pasar, maka pertumbuhan ekonomi yang dibanggakan berisiko menjadi sekadar angka tanpa makna bagi masyarakat di akar rumput.
di tengah berbagai tantangan tersebut, desa abbanuange memberikan satu pelajaran penting: pembangunan ekonomi desa yang sesungguhnya harus dimulai dari memperkuat mereka yang selama ini menjadi penggerak utama roda ekonomi, yakni para petani. sebab di desa-desa agraris seperti abbanuange, kesejahteraan petani bukan hanya urusan sektor pertanian, melainkan cerminan langsung dari sehat atau tidaknya perekonomian masyarakat secara keseluruhan.
@Red